PEMBANGKIT LISTRIK PANAS MATAHARI TERBESAR DI DUNIA

Halo Sahabat Sains dan Teknologi

Salah satu kebutuhan manusia paling penting saat ini adalah listrik. Listrik menjadi kebutuhan vital bagi manusia untuk dapat terus berinovasi dibidang teknologi. Akibatnya, inovasi listrik menjadi pintu gerbang untuk menciptakan teknologi masa depan seperti yang sering kita lihat di film dan kartun.

Sayangnya, sumber energi terbesar manusia saat ini berasal dari energi fosil yang jika teruskan digunakan akan menghancurkan Bumi akibat polusinya, serta jumlahnya pun terbatas. Itu lah sebabnya mengapa banyak peneliti, artikel, dan media yang berkoar-koar agar manusia segera menemukan sumber energi yang tidak akan habis dan tidak merusak Bumi.

Tapi, bagaimana caranya?

Pandang lah langit di siang. Apa yang kamu lihat?
Ya, sebuah bola putih besar, panas, dan terang.

Matahari telah menerangi Bumi selama jutaan tahun dan kita baru* saja menemukan cara untuk memanen energi darinya. Ada dua cara untuk mendapatkan energi dari matahari, yaitu dengan menangkap cahayanya menggunakan sel surya melalui metode photovoltaics; dan dengan menampung panasnya untuk memanaskan air dan menggunakan uap air yang dihasilkan untuk memutar turbin. Metode kedua tersebut bernama Tenaga Konsentrasi Panas Matahari (Concentrated Solar Power/ CSP).

Di artikel ini kita akan membahas mengenai CSP tersebut. Salah satu metode CSP yang terkenal adalah dengan membuat sebuah lapangan dipenuhi oleh cermin heliostat. Cermin heliostat akan bergerak mengikuti pergerakan cahaya matahari. Fungsi cermin heliostat tersebut adalah untuk memantulkan cahaya matahari ke satu titik sepanjang hari.

Ingat kah kalian ketika melakukan uji coba panas matahari menggunakan kaca pembesar. Panas matahari yang dikonsentrasikan pada satu titik dapat membakar kertas dan bahkan dapat menyalakan korek api.

Pembangkit listrik tenaga panas matahari terpusat tersebut cara kerja sama. Bayangkan seberapa panasnya jika ada 170.000 cermin heliostat yang memantulkan cahaya matahari ke satu titik. Metode itu lah yang persis dilakukan oleh Pembangkit Listrik Ivanpah di California yang mampu menghasilkan listrik sebanyak 392 megawatt (MW).

170.000 cermin heliostat memusatkan cahaya matahari yang diterimanya pada menara penerima di bagian tengah lapangan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ivanpah memiliki 3 menara penerima yang kemudian akan memanaskan air untuk menghasil uap panas. Tenaga dari uap itu kemudian digunakan untuk memutar turbin yang dirancang khusus. Turbin tersebut lah yang kemudian menghasilkan listrik.

Untuk membangun PLTS Ivanpah dibutuhkan dana sebesa $2.2 Miliar dolar Amerika Serikat dan lahan sebesar 1600 hektar.

*Baru itu maksudnya jika dibandingkan dengan jutaan tahun. Beberapa dekade terakhir masih terbilang baru.