Mengenal Berbagai Macam Ilmu Zoologi Di Berbagai Macam Bidang

Zoologi adalah merupakan sebuah cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi dari hewan. Ilmu ini juga antara lain meliputi anatomi perbandingan, psikologi hewan, biologi molekular, etologi, ekologi perilaku, biologi evolusioner, taksonomi, serta ilmu paleontologi.

Kajian dari ilmiah zoologi dimulai pada abad ke-16. Kajian ini juga dilakukan oleh beberapa ahli di bidang yang terkait. Sementara itu, kajian yang dibuat membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa dipublikasikan.

Cabang-cabang dari ilmu zoologi antara lain akan dibahas pada artikel berikut ini, antara lain:

Cabang-Cabang Zoologi yang sudah dikenal sampai saat ini. Bahkan sudah dikenal oleh banyak kalangan masyarakat. Diantaranya sesuai pembahasan berikut ini.

  1. Acrologi, adalah ilmu yang membantu tentang acarina, salah satu contohnya yaitu tungau.
  2. Apiary, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang lebah contohnya seperti lebah madu atau lebah lainnya.
  3. Bakteriologi, adalah ilmu yang membahas tentang bakteri Streptococcus, Salmonella dan lain sebagainya.

  4. Etologi, adalah ilmu yang membahas tentang tingkah laku hewan, dan juga faktor penyebabnya.

  5. Entomologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang serangga, contohnya seperti kumbang, lalat, kupu-kupu dan lain sebagainya.

  6. Harpetologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang reptil dan amfibi contohnya seperti kadal, kura-kura dan katak.

  7. Ikhtiologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang ikan contohnya seperti ikan lele, gurame, dan lain sebagainya.

  8. Karsinologi, adalah ilmu yang membahas tentang crustacean contohnya seperti kepiting, udang, dan lain sebagainya.

  9. Mimerkologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang rayap, contohnya seperti rayap tanah, dan rayap kayu.

  10. Mamologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang hewan mamalia contohnya seperti sapi, kerbau, kambing dan lain sebagainya.

  11. Malakologi, adalah ilmu yang membahas tentang moluska contohnya seperti kerang, siput, cumi-cumi, gurita dan lain sebagainya.

  12. Nematologi, adalah ilmu yang membahas tentang nematoda, contohnya seperti cacing gilig.

  13. Ornitologi, adalah ilmu yang membahas tentang burung contohnya seperti burung kacer, kenari, hantu dan lain sebagainya.

  14. Palaezoologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang hewan purba contohnya seperti komodo, Teringgiling, Dinosaurus dan lain sebagainya.

  15. Primatologi, adalah sebuah ilmu yang menyajikan tentang primate contohnya seperti gorila, kera, simpanse, orang hutan dan lain sebagainya.

  16. Rodentiologi, adalah sebuah ilmu yang membahas tentang rodentia, contohnya seperti tikus, mus, hamster, bajing dan lain sebagainya.

  17. Nematologi adalah sebuah ilmu tentang biologi nematoda (cacing gilig). Nematoda merupakan suatu sekelompok avertebrata penting terutama karena beberapa anggotanya menjadi parasit penting dalam bidang kesehatan/kedokteran serta bidang pertanian.

  18. Berbagai kasus kecacingan disebabkan oleh nematoda dan nematologi yang berada pada posisi yang penting. Terutama untuk mengelola penyakit ini. Beberapa gangguan produksi ternak serta tanaman juga memerlukan bidang ini  yakni akibat kerugian besar yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti nematoda parasit.

  19. Entomologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari serangga. Akan tetapi, arti ini seringkali diperluas untuk mencakup suatu ilmu yang mempelajari artropoda atau dikenal juga dengan (hewan beruas-ruas) lainnya. khususnya seperti laba-laba dan kerabatnya (Arachnida atau Arachnoidea), serta luwing maupun kerabatnya (Millepoda dan Centipoda).

  20. Istilah ini berasal dari dua perkataan Latin – yakni entomon bermakna serangga serta logos dengan bermakna ilmu pengetahuan.

  21. Malakologi (Inggris: malacology; berasal dari bahasa Yunani: cypraea yang memiliki arti”siput” dan logos yang berarti lambang, pengetahuan) yakni adalah sebuah cabang zoologi yang mempelajari semua aspek dalam kehidupan (biologi) moluska.

  22. Malakologi juga mempelajari aspek pengetahuan dasar dan terapan, yang terakhir khususnya yang mencakup pada bidang budidaya.Herpetologi juga berasal dari (Bahasa Yunani: ἑρπετόν herpeton = melata, dan λόγος logos = penjelasan atau alasan) adalah merupakan sebuah cabang ilmu zoologi yang mempelajari semua kehidupan (biologi) reptilia maupun amfibia. Sesungguhnya, objek kajian ilmu ini adalah vertebrata berkaki empat (tetrapoda) yang “;berdarah dingin” (poikiloterm) tetapi reptilia dan amfibia tidak banyak memiliki kemiripan.

  23. Herpetologi semakin banyak dipelajari seiring berkembangnya kecenderungan menjadikan reptil yakni sebagai hewan peliharaan. Selain itu, banyak juga anggota dari kedua kelompok besar hewan ini yang mampu menghasilkan bisa/racun yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk obat-obatan bagi penyakit jantung maupun stroke.

  24. Herpetologi semakin banyak dipelajari seiring berkembangnya kecenderungan menjadikan reptil yakni sebagai hewan peliharaan. Selain itu, banyak juga anggota dari kedua kelompok besar hewan ini yang mampu menghasilkan bisa/racun yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk obat-obatan bagi penyakit jantung maupun stroke.

  25. Iktiologi (Bahasa Inggris: ichhyology, Bahasa Yunani: ichthyon = “ikan” dan logos = “lambang, pengetahuan”) adalah merupakan cabang ilmu zoologi yang mempelajari kehidupan (biologi) ikan. Iktiologi dipelajari pada bidang biologi untuk segala aspek pengetahuannya serta perikanan untuk aspek terapan, secara khususnya dalam bidang budidaya maupun patologi.

  26. Kurang lebih terdapat sekitar 25.000 spesies ikan yang merupakan bagian mayoritas dari spesies vertebrata. Walaupun sebagian besar spesies sudah ditemukan serta diidentifikasi, beberapa ilmuwan setiap tahunnya tetap saja masih mengumumkan secara resmi ditemukannya sekitar kurang lebih 250 spesies baru. Penerapan iktiologi juga sering dihubungkan dengan biologi dari kelautan, limnologi, maupun oseanografi.

  27. Ornitologi (dari Bahasa Yunani: ορνισ, ornis, “burung” dan λόγος, logos, “ilmu”) adalah merupakan sebuah cabang zoologi yang mempelajari burung. Beberapa aspek ornitologi berbeda dengan yang secara langsung berhubungan erat dengan kedisiplinan.

    Terutama yang berkaitan langsung dengan kemampuan penglihatan yang cukup tinggi serta pendekatan burung-burung dengan estetis. Kebanyakan dari keputusan diantara itu menjadi tingkat lapangan sebuah pembelajaran yang dikerjakan oleh sukarelawan amatir yang bekerja dalam bidang ilmu parameter metodologi ilmiah.

  28. Mamalogi, dalam zoologi, juga adalah sebuah ilmu yang mempelajari mamalia. Yakni yang berkaitan dengan kelas hewan vertebrata yang di karakteristik. Baik dengan jantung dengan empat bilik, berdarah panas, berbulu, maupun yang  memiliki sistem saraf yang cukup kompleks.

    Mamalogi juga sering dikenal dengan nama lain yakni “mastologi”, “theriologi”, serta “therologi”;. Mamalogi dibagi-bagi lagi menjadi cabang-cabang lain seperti primatologi, yang mempelajari primata, dan cetologi yang mempelajari cetacea.

  29. Primatology adalah sebuah cabang zoologi yang mempelajari kehidupan (biologi) primate yakni selain manusia (kera, monyet, dan kerabatnya). Ilmu ini juga sering dianggap penting sekarang ini.

    Hal tersebut dikarenakan makin meningkatnya perhatian terhadap kelestarian hewan-hewan yang tergolong primate. Selain itu juga, berdasarkan DNA sequencing diketahui bahwa suatu komposisi genetik dari manusia serta sebagian primate yang tidak jauh berbeda (bahkan hingga lebih dari 99% pada bonobo).

    Dengan demikian, maka secara teoretis kajian terhadap primate dapat dengan mudah dianalogikan pada kehidupan manusia. Contohnya adalah seperti kasus virus HIV maupun Ebola yang diduga kuat dapat ditularkan dari primate pada manusia. Penelitian bidang perilaku hewan juga banyak mengambil sebuah objek primate dalam kaitan yakni dengan memahami proses belajar. Primatology juga dipelajari sebagai ilmu khusus pada bidang biologi maupun kehutanan (terutama aspek konservasi nya). Kedokteran hewan juga mempelajari sebuah ilmu pada tingkat lanjut.

  30. Paleozoologi atau paleozoology (bahasa Yunani: παλαιον, paleon = tua dan ζωον, zoon = hewan) merupakan sebuah cabang dari paleontologi dan paleobiologi, yang dapat digunakan untuk mencari tahu juga bagaimana cara memperbaikinya. Kemudian untuk menggunakan fosil tersebut dalam Perjanjian Lingkungan dan ekologi prasejarah.