PERAHU ROBOT TANPA BAHAN BAKAR YANG BISA BERLAYAR SELAMA SETAHUN

Halo sahabat Sains dan Teknologi.

Bicara mengenai laut, ternyata ada banyak hal yang bisa menjadi topik. Masih banyak tumbuhan dan hewan laut yang belum diketahui, begitu pun dengan sumber daya alam lainnya yang masih terperangkap jauh di balik dasar laut.

Nah, Sahabat Sains pernah terpikir gak bagaimana cara peneliti dapat mengumpulkan data-data penelitiannya dari laut? Bagaimana cara peneliti mengikuti migrasi ikan paus yang hampir punah? Dan, bagaimana cara perusahaan minyak menemukan minyak jauh di ujung samudra sana?

Untuk mengetahui itu semua, peneliti harus datang langsung ke laut. Misal, mereka harus mengikuti arus migrasi paus bungkuk sejauh 5000 kilometer mulai dari kutub selatan. hal ini tentu akan memakan banyak biaya dan tenaga. Belum lagi bahaya yang harus ditempuh selama hidup di atas laut.

Para peneliti mungkin akan berkata, “itu adalah pengorbanan yang harus diambil demi ilmu pengetahuan.” Akan tetapi, selalu ada metode pengumpulan data lain yang lebih mudah, lebih murah dan dapat mengurangi resiko.

Itu lah tepatnya yang dipikirkan oleh tim dari Liquid Robotics, sebuah anak perusahaan Boeing. Mereka menciptakan robot model perahu yang dapat dikendalikan dari jarak jauh sehingga tidak harus mengirim orang langsung ke laut lepas. Robot tersebut bernama Wave Glider.

Wave Glider adalah sebuah inovasi yang sangat membantu penelitian lepas pantai. Dia tidak memerlukan awak kapal. Semua kendali dilakukan dari jarah jauh. Jadi, peneliti yang seharusnya dikirim untuk menerjang badai kini dapat duduk tenang jauh dari bahaya sementara Wave Glider mengerjakan tugasnya.

Wave Glider dapat bekerja selama 24 jam non stop karena peralatan yang dibawanya ditenagai oleh baterai yang di cas menggunakan sel surya pada siang hari. Sementara tenaga pendorongnyo memanfaat gelombang laut dan baling-baling yang juga ditenagai oleh baterai.

Selain digunakan untuk kebutuhan pengetahuan dan penelitian, Wave Glider juga dapat digunakan oleh angkatan laut untuk melakukan patroli di sekitar perbatasan suatu negara. Wave Glider dapat mencari tahu dan mengirimkan sinyal ke markas jika ada kapal selam tak diundang yang memasuki perbatasan negaranya.

Ukurannya yang terbilang kecil juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data intelijen di daerah perairan musuh. Data yang dikumpulkan dapat dikirimkan secara langsung ke markas militer. Jadi, tidak ada mata-mata yang harus mengorbankan dirinya menempuh resiko memasuki daerah musuh.

Indonesia sebagai negara maritim akan sangat membutuhkan teknologi pemantauan laut seperti Wave Glider ini. Tinggal sekarang apakah ilmuwan Indonesia siap menerima tantangan menciptakan teknologi yang lebih mutakhir dan bersaing dengan anak perusahaan Boeing ini.

Nah, jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai cara kerja Wave Glider ini, lanjutkan membacanya ke artikel [berikut ini].