KENAPA DETACHABLE CABIN BUKAN SEBUAH SOLUSI

Halo sahabat Sains dan Teknologi

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai inovasi Tatarenko Vladimir Nikolaevich, yaitu membuat kabin penumpang dapat dilepas ketika pesawat mengalami masalah di udara. Baca artikelnya di sini.

Di atas kertas, rancangan tatarenko terlihat begitu menarik. Tidak heran kenapa 95% orang responden (hasil survey oleh Tatarenko sendiri) rela mengeluarkan biaya lebih untuk membeli tiket pesawat yang memiliki sistem keamanan rancangan Tatarenko tersebut. Akan tetapi, bagaimana aplikasinya di dunia nyata?

Berdasarkan artikel yang ditulis Forbes, berikut adalah alasan kenapa pesawat rancangan Tatarenko bukan lah sebuah solusi yang dapat diterapkan saat ini:

1. Body pesawat berbeda dengan mobil. Coba bayangkan sebuah truk dengan bak belakang. Ketika bak belakang dilepas, truk tersebut masih tetap bisa berjalan normal. Berbeda dengan pesawat, bodynya adalah sebuah kesatuan dengan keseluruhan pesawat. Jika dilepas, maka bagian pesawat lain akan hancur berkeping-keping karena tidak ada lagi yang menahan kesatuannya. Belum lagi bicara kelistrikan dan pipa saluran bahan bakar yang disalurkan melalui body pesawat tersebut. Jika ide ini diterapkan, maka akan dibutuhkan desain pesawat baru yang akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut,

2. Ketika pesawat dijatuhkan dari ketinggian 20.000 kaki (6096 m), penumpang didalamnya tidak akan bisa bernafas. Butuh beberapa menit agar kabin yang dijatuhkan tersebut sampai pada ketinggian yang pas untuk bernafas. Artinya, dibutuhkan rancangan sistem pernafasan agar penumpang tidak sesak nafas.

3. Beban yang dijatuhkan terlalu berat. Bobot maksimal yang diperbolehkan untuk Boeing 737-800 adalah 80 ton: Bobot pesawat 41 ton, bobot bahan bakar 18 ton, dan sisanya untuk penumpang, bagasi, dan kru pesawat. Ketika kabin dilepaskan, pesawat akan melepaskan lebih kurang 45 ton beban dari ketinggian 6000 meter. Walau pun nanti akan menggunakan parasut dan pelampung, beban seberat itu akan kesulitan untuk dikontrol dan belum tentu dapat menjamin keselamatan penumpang saat pendaratan. Belum lagi jika kabin tersebut jatuh di tempat yang kasar, berbatu, atau bahkan di perumahan penduduk.

4. Ide Tatarenko sama artinya dengan merombak seluruh rancangan pesawat; sama dengan membuat sebuah pesawat baru. Saat ini harga satu pesawat komersil baru berkisar 150 – 350 juta dolar (Rp 2.263.612.500.000 – Rp 3.772.687.500.000). Merancang pesawat baru dengan desain Tatarenko akan membuat harga pesawat tersebut berkali-kali lipat lebih mahal karena proses yang harus dilalui tidak mudah dan teknologi pembuatannya yang masih belum diteliti. Maskapai penerbangan sudah kewalahan dengan harga 150 juta dolar agar maskapainya tetap bisa balik modal. Jika harus membeli pesawat dengan harga lebih mahal, kemungkinan akan sulit bagi maskapai untuk bisa dapat untung.

5. Siapa yang mau membuatkan pesawat Tatarenko? Boeing dan Airbus sudah memiliki desain sendiri dan harus memenuhi kebutuhan konsumennya. Jika ada orang gila seperti Elon Musk yang mau membuatkan pabrik baru, perusahaan tersebut masih tetap harus bersaing dengan pabrik asal Cina, Brazil, Rusia, Kanada, dan bahkan dengan pabrik Bapak BJ. Habibie. Bisnis tersebut akan penuh resiko karena dari awalnya memang bisnis dirgantara tidak terlalu menguntungkan. Selain itu, bisnis pesawat terbang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Terlalu banyak resiko di bidang ekonomi untuk membuat perusahaan baru  yang mengandalkan desain Tatarenko.

Baca JugaDETACHABLE CABIN ADALAH SOLUSI KESELAMATAN PENUMPANG PESAWAT 

Kesimpulannya adalah, solusi yang ditawarkan Tatarenko Vladimir tersebut sangat kompleks, mahal, dan menawarkan resiko untuk sesuatu yang kemungkinan terjadinya sangat minim. Seperti yang dijelaskan artikel sebelumnya, resiko seseorang bisa mati tersambar petir, tertimpa meteor, dan mati akibat ditabrak mobil jauh lebih besar dari pada resiko kematian akibat kecelakaan pesawat. Itu lah mengapa desain pesawat ini belum dapat diterapkan di dunia nyata saat ini.