SELAMAT DATANG DI ERA MOBIL LISTRIK

Halo sahabat Sains dan Teknologi

Mungkin sekarang sudah bisa kita katakan, “Selamat Datang Di Era Mobil Listrik” karena topik mengenai Mobil Listrik telah menjadi sangat populer beberapa tahun ini. Negara-negara maju ada yang sudah menyiapkan regulasinya, bahkan ada negara yang mensubsidi harga pembelian mobil listrik, dan pabrik-pabrik mobil terbesar di dunia sudah mulai gembar-gembor akan merilis mobil listrik karya mereka masing-masing. Cepat atau Lambat, ketika kita sudah berhasil melewati semua tantangan, kita tidak akan lagi mengendarai kendaran berbahan bakar minyak.

Tahu kah kamu bahwa ide mengenai mobil listrik sebenarnya tidak lah se-baru yang kita pikirkan?

Sekitar awal tahun 1900an, di Eranya Thomas Edison, 28% dari 4192 mobil yang diproduksi di Amerika Serikat (AS) adalah mobil listrik. Namun, di tahun 1912, mobil listrik versi awal tersebut mulai kurang populer karena harga bensin yang semakin murah dan sistem transportasi yang baru membutuhkan kendaraan dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Selain itu, Henry Ford memproduksi mobil berbahan bakar minyak secara masal sehingga harga mobil BBM semakin terjangkau oleh masyarakat dan mengalahkan kepopuleran mobil listrik.

Baru di tahun 1960 – 1970an mulai ada lagi ketertarikan pada mobil listrik akibat embargo minyak oleh OPEC di tahun 1973 dan mulai adanya perhatian terhadap kualitas kebersihan udara. Beberapa perusahaan di AS dan Eropa mulai mencoba memasuki industri mobil listrik dengan merilis mobil listrik seperti Sebring-Vanguar dan Zagato Zele. Di tahun 1972 BMW juga untuk pertama kalinya memperkenalkan mobil listriknya, BMW 1602E.

Tahun 1990an, isu mobil listrik kembali mencuat. Amandemen Akta Kebersihan Udara dan Kebijakan Energi pemerintah AS membuat pabrikan mobil kembali mengkaji mobil listrik sebagai sarana transportasi tanpa emisi. General Motors (GM) menjawab tantangang tersebut dengan meluncurk 1117 unit mobil listrik
bernama GM EV-1. Dalam sekali isi ulang, EV-1 mampu menempuh jarak 100 mil (160 Km) dengan akselarasi dari 0 sampai 60 dalam waktu 7 detik. Walau pun antusias masyarakat tinggi, bisnis mobil listrik ternyata tidak begitu menguntungkan GM.

Mobil hemat BBM, Toyota Prius, pertama kali diluncurkan tahun 1997 di Jepang, dan tahun 2000 di belahan dunia lain juga turut mengundang ketertarikan pada mobil listrik. Toyota Prius adalah salah satu mobil hybrid pertama yang diproduksi secara masal (hybrid= mobil dengan tenaga listrik dan BBM).

Tahun 2000 menandai revolusi teknologi komunikasi manusia. Internet semakin cepat dan semakin terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Setiap berita di belahan dunia mana pun dengan cepat dapat menjadi sebuah sensasi baru. Salah satu sensasi paling hangat bahkan sampai saat ini adalah di tahun 2006 Tesla berencana memproduksi masal mobil listrik sekelas mobil sport yang jarak tempuh mencapai 200 mil (320 km) dalam sekali pengisian. Sejak saat itu, Tesla dan CEO-nya, Elon Musk, menjadi sensasi dalam industri mobil listrik.

Tahun 2011, Tesla meluncurkan mobil listrik sport bernama Tesla Roadster yang mampu menempuh 240 mil (386km) dalam sekali pengisian baterai. Tesla Roadster di banderol dengan harga $100.000 (+/- Rp907 juta pada kurs tahun 2011) .

Tahun 2012, Tesla meluncurkan Tesla Model S untuk pertama kalinya pada konsumen. Model S mampu menempuh jarak 265 mil (426.5 km) dalam sekali pengisian.

Tahun 2017, Tesla berencana meluncurkan Tesla Mode 3; mobil listrik berharga murah dan terjangkau yang mampu menempuh jarak 200 mil dalam sekali pengisian.

Melihat masyarakat yang semakin antusias dengan mobil listrik, pabrikan-pabrikan tua seperti BMW, Ford, Mercedes-Benz, dan VW juga mulai meramaikan pasar mobil listrik. Seperti Mercedes EQ Silver Arrow Concept yang diluncurkan pertama di Paris Motor Show pada bulan Oktober kemaren.

Untuk beberapa tahun kedepan, kita akan melihat semakin banyak kompetisi diantara para produsen untuk memenangkan hati konsumen agar lebih memilih mobil lisrik miliknya. Namun, sebagai warga Indonesia, pertanyaan yang patut kita tanyakan adalah, “Siapkah Indonesia dengan Kehadiran Mobil Listrik?’


Sources :
Sejarah
BMW’s 1st Electric Car 1972
EV vs ICE
4 Reasons to Choose EV
Why drive EV
The electric car is here — if you’ve got the money