DETACHABLE CABIN ADALAH SOLUSI KESELAMATAN PENUMPANG PESAWAT

Halo sahabat Sains dan Teknologi

Beberapa hari yang lalu Indonesia dibuat berduka atas jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Kita semua turut sedih dan berdoa agar keluarga yang ditinggalkan dapat sabar menghadapi semua cobaan ini.

Jika kita bicara mengenai statistik, manusia lebih mungkin mati disambar petir atau dihantam meteor dari pada mati akibat kecelakaan pesawat. Jadi, secara statistik, tidak ada alasan bagi kita untuk takut terbang dengan pesawat komersil. Namun kenyataannya, kecelakaan itu tetap terjadi.

Bisa dikatakan, manusia telah cukup fasih dengan teknologi pesawat. Selama puluhan tahun teknologi tersebut berkembang, faktor keamanan tetap menjadi kajian paling utama. Saat pesawat telah berada di tangan maskapai pun berbagai pencegahan tetap dilakukan sebelum pesawat diizinkan terbang. Akan tetapi, ketika bencana benar-benar terjadi, seluruh nyawa yang berada di dalam pesawat berada dalam bahaya. Itu lah mengapa kita diwajibkan terus mencari solusi agar kejadian sperti Lion Air JT610 tidak terulang kembali.

Tatarenko Vladimir Nikolaevich, seorang insyinyu teknik dirgantara asal Ukraina, telah bekerja sejak tahun 2013 merancang kabin pesawat yang dapat dilepas ketika pesawat mengalami masalah di udara.

Cara kerja rancangan Tatarenko adalah seperti ini:
Kabin tempat penumpang duduk beserta bagasi yang mere bawa berada dalam satu kontainer berbentuk kapsul yang sekaligus menjadi body belakang pesawat. Ketika kondisi darurat muncul; baik sesaat setelah lepas landas, ketika berada di ketinggian, atau saat akan mendarat, pilot dan kru kabin dapat mengingatkan penumpang bahwa kontainer akan dilepas dari pesawat. Setelah lepas seluruhnya dari pesawat, parasut akan otomatis dikembangkan agar kontainer berisi penumpang dan seluruh bagasinya dapat mendarat dengan mulus. Di bagian bawah kontainer juga disediakan pelampung agar dapat mengambang di atas air.

Dengan rancangan Tatarenko tersebut, keselamatan penumpang dapat dijamin dalam berbagai kondisi kritis. Kita juga dapat menyertakan alat komunikasi dan suplai makanan yang cukup bagi penumpang sampai bantuan/jemputan datang. Lebih kurang seperti safety boat, atau sekoci, pada kapal penumpang.

Jika konsep keamanan seperti di atas telah diterapkan pada setiap pesawat yang beroperasi saat ini, kemungkinan kita dapat menyelamatkan seluruh 189 penumpang Lion Air yang jatuh tanggal 29 Oktober kemaren.