Teknologi Terbaru Bidang Medis Saat Ini

Kesehatan adalah salah bidang yang semakin dikembangkan. Baik soal pengobatan dan juga fasilitas medis berbasis teknologi. Teknologi salah satu hal penting yang tidak akan terlepas dari kehidupan ini.

Anda pasti setuju bila tenaga manusia saja tidak akan sanggup untuk menyelesaikan pekerjaan maupun kebutuhan dalam jumlah banyak. Bila memang mampu pasti dengan menggunakan tenaga banyak orang. Tetapi tenaga setiap orang jelas berbeda, maka dari itu perlu ditambah dengan lamanya waktu penyelesaian.

Dalam dunia medis, teknologi saat ini terus dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam produksi obat, penelitian virus maupun penyakit baru. Selain itu guna membentuk masa penyembuhan pasien. Banyak pengobatan saat ini semakin luar biasa terutama untuk masa penyembuhan.

Teknologi terbaru di bidang medis yang terus dilakukan pengembangan. Diantaranya yakni:

  • Teknologi penyambung sel kulit serta tulang

Anda pasti panik ketika melihat orang yang mengalami kecelakaan ditambah lagi dengan patah tulang. Hal tersebut tentu diperlukan penanganan medis yang cepat. Maka dari itu dunia medis mengembangkan sebuah teknologi penanganan cepat. 

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio University menemukan sebuah media pengobatan yakni yang berupa sebuah “chip” khusus. Terutama yang bisa menyambung sel kulit dengan tulang untuk menahan dalam waktu sementara. Tujuannya agar patah tulang tidak terlalu sakit sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi.

Chip ini ukurannya kira-kira sebesar sim card sebuah smartphone. Namun yang sudah diprogram khusus agar bisa langsung menyatu dengan sel kulit. Selain itu penemuan kedua dari Ohio University. Yakni yang diberi nama “cargo” atau daya listrik yang dialirkan dengan arus listrik tertentu. Nantinya bisa menginstruksikan kulit untuk menutup luka pada pasien yang mengalami hal tersebut.

Teknologi Tissue Nano transfection atau TNT pada awalnya diuji pada tikus serta babi. Hal yang mengejutkan terjadi, yang mana kaki tikus yang dibuat terluka parah, kemudian ditanamkan sebuah teknologi TNT ini, aliran darah pada tikus percobaan dapat normal kembali .

Serta teknologi ini juga bisa membuat sel saraf pada tikus. Yakni bisa kembali normal terutama ketika tikus mengalami kerusakan kecil pada otaknya. 

  • Teknologi pembakar lemak

Bagi penderita obesitas, penemuan baru di bidang medis diprediksi bisa membantu. Teknologi yang bisa membantu mencairkan lemak dalam tubuh. Terutama yang menumpuk dinamai dengan “microneedle patch” yakni teknologi Nano patch.  

Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti dari Colombia University Medical Centre. Namun ternyata tidak semua orang bisa mengaplikasikan teknologi tersebut.Pasien yang pernah mengkonsumsi obat diet, efek yang bekerja adalah mengubah lemak cokelat menjadi lemak putih. Kemudian perlu jangka waktu tertentu supaya efek obat diet itu berkurang.

Sistem kerja microneedle Nano patch mengendalikan obat yang telah diinjeksi pada microneedle ke area tertentu yang sudah ditentukan tenaga medis. Misalnya di area kulit serta setelahnya lemak cokelat mencair perlahan dalam bentuk partikel Nano. 

Pada dasarnya manusia memiliki dua jenis lemak. Yakni jenis lemak putih serta lemak cokelat, biasa dikenal juga sebagai lemak jenuh. Lemak putih sebagai cadangan energi dalam tubuh, Sedangkan lemak cokelat merupakan lemak yang mengendap. 

Penelitian dipublikasikan di ACS Nano, yakni seekor tikus percobaan menunjukkan hasil 20% kadar lemak pada tubuh tikus. Kemudian setelah diaplikasikan teknologi microneedle menurunnya kadar glukosa pada darah tikus tersebut. 

  • Teknologi pengontrol dengan pikiran

Jika kamu seorang penggemar film genre sci-fi atau genre fantasi, pasti tidak asing dengan adegan film yang menampilkan teknologi super canggih. Kemudian yang dapat membaca pikiran seseorang kemudian mengendalikannya. Seseorang hanya mengandalkan kemampuan pikiran seperti sebuah kemampuan telepati. 

Di zaman yang sudah modern, tidak perlu heran bila kemampuan teknologi bisa disamakan dengan kemampuan telepati. Terutama lewat “Brain Computer Interfaces” atau BCIS, yakni penelitian Graz University of Technology.

Teknologi ini dikenal dengan teknologi Brain Composer. Penemuan di bidang medis ini bisa menangkap pesan dalam otak, kemudian diteruskan menjadi perintah bagi kebutuhan ringan yang diperlukan pasien penderita kelumpuhan. Misalnya membantu pasien menuliskan sesuatu.

Para peneliti membuat 18 sampel orang untuk diuji. Yakni membuat koneksi dengan software pembuat musik. Selanjutnya simbol dan notasi menyala sebelum terdeteksi pada layar, note nada dalam pikiran seseorang. BCIS menerjemahkan data dalam otak kemudian sebagai output.

  • Pen pendeteksi kanker

Sampai saat ini kanker masih menjadi penyakit berat bahkan ditakuti semua orang. Terutama biaya perawatan dan obat yang mahal harganya. Hal tersebut jelas menjadi sebuah beban bagi beberapa kalangan.

Namun tidak perlu takut lagi, karena kanker bisa dideteksi lebih dini di usia muda. Yakni dengan penemuan pen pendeteksi kanker. Merupakan hasil penelitian University of Texas. Pen berbentuk device, yang mana dinamakan dengan Masspec Pen. Pen ini dapat berfungsi membedakan kanker. Terutama selama masa penyembuhan dalam waktu 10 detik.

Dengan menggunakan Masspec Pen, merupakan ada sebuah metode untuk mendeteksi kanker dengan sebutan Frozen Section Analysis selama 30 menit.  Kemudian juga lebih menuju proses pengambilan sampel. Hebatnya, 10-20 % kasus kanker dapat terdeteksi meskipun sel kanker membeku.

Cara kerja MassPec Pen yakni dengan cara membandingkan beberapa molekul. Biasa sering disebut dengan sebutan metabolites. Bagian inilah nantinya yang memproduksi sel jaringan dengan mengeluarkan beberapa tetes air. Kemudian yang menyerap ribuan metabolites serta meneruskan melalui spectrometer. Hal tersebutkarena metabolites diproduksi melalui sel kanker yang terpisah dari sel kanker yang normal.

Pen pendeteksi kanker ini bisa langsung mendeteksi apakah terdeteksi kanker atau tidak.  Sebuah studi juga menganalisa bila jaringan yang diambil dari sekitar 253 pasien kanker, rencana selanjutnya, teknologi pen pendeteksi kanker akan digunakan di masa mendatang, terutama dalam operasi pembedahan. 

  • Alat pendeteksi harapan hidup seseorang

Organ dalam menjadi bagian yang tidak bisa dideteksi oleh kebanyakan orang. Terutama bila tanpa bantuan tenaga medis maupun teknologi medis. Hal tersebut membuat beberapa peneliti Adeide dari University of Adelaide  menemukan teknologi di bidang medis yang baru. Yakni dengan sebutan artificial intelligence berguna agar bisa memprediksi harapan hidup seseorang sesuai analisis medis. 

Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan sekitar 48 gambar dada pasien. Kemudian mempelajarinya lebih dalam. Algoritme membutuhkan prediksi dari beberapa pasien ini dapat mendeteksi, terutama dari harapan hidup pasien yang akan meninggal lebih cepat, misalnya dalam kurun waktu 5 tahun. Hasil pendeteksian ini kurang lebih sekitar  69%. 

Pendeteksian lebih menggunakan teknik algoritme. Kemudian membuat sebuah observasi  serta prediksi. Dalam kasus ini, algoritme mempelajari beberapa jenis penyakit yang lebih kompleks lagi. Terutama dengan melihat kondisi beberapa organ tubuh. Tetapi secara keseluruhan masih perlu pengembangan guna menyempurnakan teknologi tersebut.